Selamat Datang di Blog HMJ Sosiologi FISIP Universitas Lampung

Jumat, 26 September 2014



Aksi memperingati Tragedi UBL Berdfarah | antara
Aksi memperingati Tragedi UBL Berdarah | antara
Duajurai, Bandar Lampung - Sejumlah kelompok mahasiswa di Lampung bakal menggelar diskusi publik guna memperingati 15 tahun Tragedi UBL Berdarah pada Sabtu, 27 September 2014. Diskusi dengan tema “Melawan Lupa, 15 Tahun Tragedi UBL Berdarah” tersebut akan dihelat mulai pukul 15.30 WIB bertempat di halaman belakang gedung Rektorat Universitas Lampung (Unila).
Dalam undangan yang diperoleh duajurai.com, Jumat, 26 September 2014, disebutkan diskusi tersebut juga untuk mengenang dua mahasiswa Unila yang gugur dalam tragedi UBL pada 28 September 1999. Kedua mahasiswa dimaksud ialah Muhammad Yusuf Rizal, mahasiawa FISIP 1997, dan Saidatul Fitriah, mahasiswa FKIP yang juga aktivis pers mahasiswa Teknokra.
Tiga pembicara diundang dalam diskusi yakni Direktur LBH Bandar Lampung Wahrul Fauzi Silalahi, dosen FISIP Unila Dr Dedy Hermawan, dan pelaku sejarah Abi Hasan Muan.
Para mahasiswa penyelenggara menamakan diri Aliansi Gerakan 28 September Mahasiswa Lampung (G28S-ML). Mereka berasal dari sejumlah organisasi kemahasiswaan Unila di antaranya SKM Teknokra, BEM FKIP, BEM FMIPA, Forkom UKM, HMJ Sosiologi FISIP, dan beberapa organisasi ekstra kampus.(*)

Jumat, 20 Juni 2014

Assalamualaikum Wr Wb
[INFO SOS]
Diberitahukan kepada keluarga besar sosiologi Universitas Lampung bahwa HMJ SOSIOLOGI kepengurusan 213/2014 akan melaksanakan MUBES pada Tanggal 21-22 Juni 2014 dimulai hari sabtu jam 15:00 WIB bertempat di WISMA Agus Windu S dan Yudi Apriansyah di mohon kedatangan rekan-rekan

Jumat, 02 Mei 2014


Sabtu, 22 Februari 2014

Assalamualaikum wr.wb.
Sehubungan dengan adanya perbaruan akreditasi Jurusan Sosiologi yang dilaksanakan oleh BAN-PT. Kami bermaksud meminta bantuan kepada bapak/ibu/sdr/i untuk mengisi kuesioner ini. Tujuan survei ini untuk mendapatkan informasi dan mendapatkan gambaran mengenai tempat kerja alumni, keahlian tambahan alumni, dan sebagainya. Atas perhatian dan bantuannya kami ucapkan terima kasih.

PENGISIAN KUESIONER ALUMNI <<KLIK DISINI>>

ATAU KUNJUNGI DI http://goo.gl/MAjlZv

Selasa, 17 Desember 2013

Tenaga Kerja Indonesia vs Pasar Bebas Asean 2015 Hingar-bingar masalah politik dan ketenagakerjaan beberapa bulan ini seolah melupakan isu terpenting yang akan dihadapi bangsa ini. Isu itu tak lain penerapan Masyarakat Ekonomi Asean atau Asean Economic Community (AEC) 2015 mendatang. Dalam pasar bebas negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) pada akhir 2015 itu, bea masuk barang dan jasa akan dihapus.

Selain membanjirnya arus lalu lintas produk dari negara ASEAN, salah satu hal krusial adalah soal tenaga kerja. Kelak, tenaga kerja terampil dari negara ASEAN akan menyerbu pasar kerja di Tanah Air. Melihat kondisi SDM pekerja di dalam negeri kini, sudah siapkah kita?

Ternyata kesiapan itu masih jauh dari harapan. Peringatan ini diungkap Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Senin lalu (11/11). Organisasi ini mengungkap Indonesia minim tenaga kerja terdidik untuk bersaing di tingkat regional. Misalnya, Indonesia hanya punya 164 orang insinyur per satu juta penduduk. Sementara jumlah insinyur di Malaysia mencapai 50 persen alias separo dari total penduduk!

Kekhawatiran serupa diungkap Direktur Utama PT Telkom Indonesia, Arief Yahya. Saat pasar bebas ASEAN ini diterapkan, ia memperkirakan ribuan tenaga kerja asal Filipina akan menyerbu pasar kerja di dalam negeri. Ia mengakui, bahasa Inggris pekerja asal Filipina lebih bagus dari pekerja Indonesia, dan biaya upahnya pun relatif lebih murah.

Di tengah pesimisme itu, pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa kerap menggaungkan kalau Indonesia berdaya saing. Memang, jika merujuk survei Forum Ekonomi Dunia (WEF) awal September lalu, daya saing negara kita tahun ini naik ke posisi 38 dari peringkat 50 tahun lalu. Namun, tetap saja posisi Indonesia masih di bawah beberapa negara ASEAN seperti Thailand di posisi 37, Brunei Darussalam posisi 26 dan Malaysia ke-24. Bahkan Singapura bertahan di posisi dua.

Namun, kondisinya kini di dalam negeri, pengusaha dan buruh terus berkonflik pada masalah klasik yaitu upah. Bahkan, di Ibu Kota Jakarta, para buruh mengancam akan menutup kawasan sentra ekonomi seperti Pelabuhan Tanjung Priok. Kita tahu hal itu, selain membuat anjlok produktivitas juga merusak iklim investasi.

Tak bisa dipungkiri, tingkat persaingan di dunia kerja akan semakin ketat di era Pasar Bebas ASEAN. Jika kita tidak serius mempersiapkan diri, siap-siap saja kita hanya jadi pecundang di negeri sendiri. Pemerintah pusat, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan harus "memeras otak" untuk meningkatkan kualitas SDM dan jumlah tenaga terampil. Misalnya, dengan mengintensifkan kerja sama pendidikan dan ketenagakerjaan dengan negara-negara di ASEAN yang memiliki daya saing di atas negara kita.

Klaim pengusaha bahwa defisit tenaga terampil di negara kita sudah berlangsung 10 tahun ini harus segera diakhiri! Dari situlah baru optimisme kita untuk bisa bersaing dengan negara ASEAN dalam pasar bebas bisa muncul.

Sumber :

http://www.portalkbr.com/opini/editorial/3019591_4307.html

Senin, 11 November 2013

Manfaat Organisasi bagi Mahasiswa

Posted by Unknown On 21.06 No comments
Manfaat Organisasi bagi Mahasiswa

Fungsi Sosiologi dan Peran Sosiolog di Tengah Masyarakat - Masyarakat yang terdiri atas manusia yang berkelompok dan saling berinteraksi satu sama lain, mengalami perkembangan sejalan dengan perkembangan manusia sebagai mahluk yang berakal dan berbudaya. Dengan demikian masyarakat tidak bersifat statis tetapi senantiasa dinamis. Perkembangan setiap masyarakat berbeda-beda.

Fungsi Sosiologi
Contoh perbedaan kondisi masyarakat yang paling unik di Indonesia, yaitu di Indonesia terdapat masyarakat yang sudah mengalami kehidupan moderen dan ilmu pengetahuan yang sudah maju, namun juga masih terdapat masyarakat yang primitif yaitu masyarakat yang belum mengenal ilmu pengetahuan teknologi.

Selain terdapat perbedaan masyarakat moderen dengan masyarakat primitif, perbedaan masyarakat juga dapat dilihat dari sudut pandang geografis yaitu adanya perbedaan masyarakat kota dengan masyarakat desa. Perbedaan masyarakat dari sudut pandang matapencaharian yaitu masyarakat industri dan masyarakat pertanian.

Setiap masyarakat akan berusaha untuk mempertahankan identitas budayanya. Apabila terjadi proses perubahan budaya yang tidak sesuai dengan identitas budaya dan sosialnya maka akan menimbulkan masalah sosial. Masyarakat memiliki ciri khas, sistem, adat istiadat, norma yang berbeda-beda dan kompleks. Dengan demikiam masalah sosial yang setiap masyarakat berbeda-beda pula. Masalah sosial adalah adanya ketidaksesuaian unsur-unsur yang ada dalam mesyarakat.

Sebagai contoh masalah-masalah sosial yang terdapat di masyarakat adalah: kemiskinan (masyarakat yang miskin ilmu, miskin pengetahuan, miskin keterampilan, miskin pekerjaan), kejahatan, prilaku menyimpang, masalah kependudukan, masalah pelanggaran nilai dan norma masyarakat Apabila setiap masalah sosial yang terjadi di masyarakat tidak dapat diselesaikan maka akan mengancam keutuhan masyarakat tersebut yang pada akhirnya akan mengancam kepentingan bangsa dan negara. Masalah sosial akan menimbulkan konflik dan ketidakteraturan sosial.

Dalam negara yang sedang membangun sosiologi bermanfaat untuk kepentingan pembangunan negara. Proses pembangunan negara ditujukan untuk memberikan kesejahteraan lahir dan batin masyarakat, menjaga keutuhan atau integrasi bangsa. Penelitian sosiologi memberikan bantuan kepada masyarakat dalam memecahkan masalah-masa-lah sosial sebagai metode-metode prevenetif dan metode represif.

Era Globalisasi di abad 20 memberikan dampak yang luas pada berbagai aspek kehidupan masyarakat. Revolusi dan inovasi para ahli/ilmuwan di berbagai bidang ilmu menyebabkan perubahan sosial yang luar biasa di masyarakat, yaitu perubahan sosial ekonomi, perubahan sosial budaya, perubahan sosial religius dan perubahan sosial politik. Masyarakat yang tidak siap menerima perubahan sosial tersebut akan mengalami disorganisasi sosial. 

Oleh karena itu sosiologi diharapkan dapat mengamati dan membantu menyelesaikan setiap masalah-masalah sosial mewujudkan masyarakat yang dicita-citakan oleh Pancasila dan UUD 1945. Sosiologi dapat membantu proses pembangunan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju dengan menjaga identitas sosial dan budayanya yang luhur dan menjadi kebanggaan di depan mata dunia.

Para peneliti masyarakat atau ahli sosilogi memiliki peranan dalam masyarakat, diantaranya adalah :
a. Sosiolog sebagai ahli riset
b. Sosiolog sebagai konsultan kebijakan
c. Sosiolog sebagai teknisi
d. Sosiolog sebagai pendidik
 
 
 
sumber :  http://www.sibarasok.com

Tokoh Sosiologi Indonesia

Posted by Unknown On 09.18 No comments
Tokoh Sosiologi Indonesia | Dalam sejarah perkembangan Sosiologi di Indonesia, ada banyak nama sosiolog yang pendapat dan sumbangsihnya sangat besar, tidak hanya untuk pengembangan sosiologi sebagai ilmu, namun juga pendapat dan kritik yang acap kali mengingatkan pemerintah dan rakyat Indonesia untuk menjaga jalan republik ini. Beberapa nama tokoh sosiolog Indonesia itu antara lain: Prof. Dr. Selo Soemardjan, Prof. Dr. Paulus Wiroutomo, Arief Budiman, Mochtar Naim, dan Prof. Dr. Ir, Sajogyo. Tentu masih banyak sosiolog lain, seperti Imam Prasodjo dan George Junus Aditjondro.
Kita lihat profil singkat dan kiprah para tokoh Sosiologi Indonesia berikut ini:
1. Prof. Dr. Selo Soemardjan
  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus
  • Youtube