Selamat Datang di Blog HMJ Sosiologi FISIP Universitas Lampung

Selasa, 02 Desember 2014


Socius.News, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi khusunya bidang Pengabdian Masyarakat mengadakan sebuah kegiatan yang bernama Desa Binaan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 23 November 2014 yang isi kegiatannya berupa acara pembukaan Desa Binaan di balai desa Pancasila, Natar Lampung Selatan pada pukul 09.00 WIB . Acara tersebut dihadiri oleh Kepala bidang Pengabdian Masyarakat HMJ Sosiologi beserta anggota-anggotnya, Pak Lurah Desa Pancasila serta ibu-ibu yang tinggal di Desa Pancasila yang begitu antusias dengan diadakannya kegiatan ini. Kegiatan juga berlanjut pada hari Minggu, 30 November 2014 pukul 09.00 WIB . Kegiatan Desa Binaan minggu ini mencoba memfokuskan kepada ibu-ibu untuk membuat suatu kerajinan tangan. Tujuannya yaitu melatih ibu-ibu mengembangkan kreatifitasnya dalam membuat kerajinan tangan. Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan mampu membantu dan merangkul warga desa Pancasila dalam meningkatkan produktifitas dan kreatifitas kerja warganya.

DAIN HMJ SOSIOLOGI UNILA

Senin, 01 Desember 2014


Tanggal 1 Desember merupakan hari peringatan akan bahaya virus mematikan yang pertama kali diperkenalkan ke publik di tahun 1982. Virus yang kemudian dikenal dengan Human Immunodefiency Virus (HIV) yang berarti virus penurun kekebalan tubuh ini mampu menginfeksi tubuh manusia dan menjadi penyakit mematikan dengan sebutan AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome.
Hanya kurang lebih 30 tahun semenjak keberadaannya diketahui oleh para ilmuwan, AIDS telah merenggut lebih dari 35 juta jiwa diseluruh dunia dan penyebarannya yang berawal di daerah Amerika Serikat dan Eropa, berkembang keseluruh dunia tidak terkecuali di Indonesia. 
HIV sendiri merupakan virus yang biasa menyerang pada primata di hutan Afrika layaknya manusia diserang virus flu, namun suatu kejadian menyebabkan virus tersebut berpindah ke manusia dan menyerang sel-sel kekebalan tubuh sehingga mengakibatkan tubuh rentan terhadap berbagai macam penyakit dan sering kali berujung pada kematian.
Dengan mempelajari kinerja HIV, ilmuwan telah dapat mengusahakan pengobatan antiretrovirus yaitu perawatan dalam memperlambat infeksi yang disebabkan oleh virus termasuk HIV. Namun sayangnya pengobatan ini tergolong menelan biaya yang tinggi dan belum mudah kesediaannya diseluruh dunia.
Bahkan setelah para ilmuwan mengetahui bahwa HIV tidak semudah tertularkan layaknya virus flu, namun kenyataannya HIV mewabah di seluruh dunia dengan cepat dan menjadi ancaman tersendiri bagi kesehatan dan keselamatan jiwa manusia.
Untuk itu sangatlah tepat bagi diri kita masing-masing untuk mencegah penyebaran HIV dengan memahami lebih dalam mengenai HIV dan AIDS itu sendiri.
Penularan
HIV sebenarnya hanya mampu ditularkan melalui:
  • hubungan seks,
  • air mani,
  • sekresi vagina,
  • darah,
  • ASI,
  • suntikan atau alat terkontaminasi lainnya yang melukai.
Dari keterbatasan cara penularan HIV ini sebenarnya dapat dicegah sedini mungkin, namun kenyataannya keterbatasan pengetahuan dan gaya hidup manusia menjadi hambatan tersendiri dalam mencegah penyebaran HIV lebih lanjut.
Kinerja Virus
Agar dapat hidup dan berkembang biak dalam tubuh manusia, HIV menyerang beberapa sel kekebalan tubuh yang berada di lapisan kulit dalam organ seksual dan oral. Layaknya semua virus, HIV hanya dapat berkembang biak setelah menemukan sel inang untuk dikuasai, yaitu sel yang memiliki protein reseptor CD4, CCR5 dan CXCR4.  Dan sayangnya sel-sel dengan reseptor tersebut merupakan sel-sel kekebalan tubuh kita yang berfungsi dalam menyerang berbagai macam penyakit. Sehingga tidak ayal, HIV menjadi mematikan di dalam tubuh manusia.
Untuk beberapa kasus genetika, 20% manusia ras Kaukasia yang berasal dari Eropa Utara memiliki CCR5Delta32 dimana hal tersebut menjadikan sel-sel kekebalan tubuh mereka tidak terlalu parah terinfeksi HIV. Bahkan 1% ras Kaukasia tersebut memiliki 2 jenis CCR5Delta32 yang didapatkan dari kedua orang tua, menjadikan mereka terkesan kebal terhadap HIV seperti yang terjadi pada kasus sembuhnya seorang pengidap HIV dan leukemiasetelah mendapatkan cangkok sumsum tulang belakang dari pendonor yang memiliki gen CCR5Delta32.
CCR5Delta32 sendiri berarti CCR5 tanpa 32 Basis DNA, sehingga mengganggu kemampuan HIV dalam mengikat protein dan menguasai sel tubuh untuk dijadikan sel inang. Hal inilah yang menyebabkan HIV terkesan tidak dapat menyerang manusia dengan gen CCR5Delta32. Namun kenyataannya HIV juga memiliki versi lain sehingga mampu menyerang sel yang memiliki CXCR4 dan telah terbukti beberapa orang dengan 2 kopi CCR5Delta32 pun mati akibat AIDS.
Dengan demikian HIV masih merupakan virus yang mematikan secara perlahan pada manusia dan memerlukan pemahan juga pencegahan aktif dari tiap insan di dunia. Semoga di tanggal 1 Desember 2014 ini menjadi salah satu hari pengingat bagi kita semua untuk tetap waspada terhadap HIV dan AIDS khususnya di Indonesia.
Sumber : 
http://www.klikdokter.com/healthnewstopics/health-topics/1-desember-hari-aids-sedunia

Jumat, 26 September 2014



Aksi memperingati Tragedi UBL Berdfarah | antara
Aksi memperingati Tragedi UBL Berdarah | antara
Duajurai, Bandar Lampung - Sejumlah kelompok mahasiswa di Lampung bakal menggelar diskusi publik guna memperingati 15 tahun Tragedi UBL Berdarah pada Sabtu, 27 September 2014. Diskusi dengan tema “Melawan Lupa, 15 Tahun Tragedi UBL Berdarah” tersebut akan dihelat mulai pukul 15.30 WIB bertempat di halaman belakang gedung Rektorat Universitas Lampung (Unila).
Dalam undangan yang diperoleh duajurai.com, Jumat, 26 September 2014, disebutkan diskusi tersebut juga untuk mengenang dua mahasiswa Unila yang gugur dalam tragedi UBL pada 28 September 1999. Kedua mahasiswa dimaksud ialah Muhammad Yusuf Rizal, mahasiawa FISIP 1997, dan Saidatul Fitriah, mahasiswa FKIP yang juga aktivis pers mahasiswa Teknokra.
Tiga pembicara diundang dalam diskusi yakni Direktur LBH Bandar Lampung Wahrul Fauzi Silalahi, dosen FISIP Unila Dr Dedy Hermawan, dan pelaku sejarah Abi Hasan Muan.
Para mahasiswa penyelenggara menamakan diri Aliansi Gerakan 28 September Mahasiswa Lampung (G28S-ML). Mereka berasal dari sejumlah organisasi kemahasiswaan Unila di antaranya SKM Teknokra, BEM FKIP, BEM FMIPA, Forkom UKM, HMJ Sosiologi FISIP, dan beberapa organisasi ekstra kampus.(*)

Jumat, 20 Juni 2014

Assalamualaikum Wr Wb
[INFO SOS]
Diberitahukan kepada keluarga besar sosiologi Universitas Lampung bahwa HMJ SOSIOLOGI kepengurusan 213/2014 akan melaksanakan MUBES pada Tanggal 21-22 Juni 2014 dimulai hari sabtu jam 15:00 WIB bertempat di WISMA Agus Windu S dan Yudi Apriansyah di mohon kedatangan rekan-rekan

Jumat, 02 Mei 2014


Sabtu, 22 Februari 2014

Assalamualaikum wr.wb.
Sehubungan dengan adanya perbaruan akreditasi Jurusan Sosiologi yang dilaksanakan oleh BAN-PT. Kami bermaksud meminta bantuan kepada bapak/ibu/sdr/i untuk mengisi kuesioner ini. Tujuan survei ini untuk mendapatkan informasi dan mendapatkan gambaran mengenai tempat kerja alumni, keahlian tambahan alumni, dan sebagainya. Atas perhatian dan bantuannya kami ucapkan terima kasih.

PENGISIAN KUESIONER ALUMNI <<KLIK DISINI>>

ATAU KUNJUNGI DI http://goo.gl/MAjlZv

Selasa, 17 Desember 2013

Tenaga Kerja Indonesia vs Pasar Bebas Asean 2015 Hingar-bingar masalah politik dan ketenagakerjaan beberapa bulan ini seolah melupakan isu terpenting yang akan dihadapi bangsa ini. Isu itu tak lain penerapan Masyarakat Ekonomi Asean atau Asean Economic Community (AEC) 2015 mendatang. Dalam pasar bebas negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) pada akhir 2015 itu, bea masuk barang dan jasa akan dihapus.

Selain membanjirnya arus lalu lintas produk dari negara ASEAN, salah satu hal krusial adalah soal tenaga kerja. Kelak, tenaga kerja terampil dari negara ASEAN akan menyerbu pasar kerja di Tanah Air. Melihat kondisi SDM pekerja di dalam negeri kini, sudah siapkah kita?

Ternyata kesiapan itu masih jauh dari harapan. Peringatan ini diungkap Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Senin lalu (11/11). Organisasi ini mengungkap Indonesia minim tenaga kerja terdidik untuk bersaing di tingkat regional. Misalnya, Indonesia hanya punya 164 orang insinyur per satu juta penduduk. Sementara jumlah insinyur di Malaysia mencapai 50 persen alias separo dari total penduduk!

Kekhawatiran serupa diungkap Direktur Utama PT Telkom Indonesia, Arief Yahya. Saat pasar bebas ASEAN ini diterapkan, ia memperkirakan ribuan tenaga kerja asal Filipina akan menyerbu pasar kerja di dalam negeri. Ia mengakui, bahasa Inggris pekerja asal Filipina lebih bagus dari pekerja Indonesia, dan biaya upahnya pun relatif lebih murah.

Di tengah pesimisme itu, pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa kerap menggaungkan kalau Indonesia berdaya saing. Memang, jika merujuk survei Forum Ekonomi Dunia (WEF) awal September lalu, daya saing negara kita tahun ini naik ke posisi 38 dari peringkat 50 tahun lalu. Namun, tetap saja posisi Indonesia masih di bawah beberapa negara ASEAN seperti Thailand di posisi 37, Brunei Darussalam posisi 26 dan Malaysia ke-24. Bahkan Singapura bertahan di posisi dua.

Namun, kondisinya kini di dalam negeri, pengusaha dan buruh terus berkonflik pada masalah klasik yaitu upah. Bahkan, di Ibu Kota Jakarta, para buruh mengancam akan menutup kawasan sentra ekonomi seperti Pelabuhan Tanjung Priok. Kita tahu hal itu, selain membuat anjlok produktivitas juga merusak iklim investasi.

Tak bisa dipungkiri, tingkat persaingan di dunia kerja akan semakin ketat di era Pasar Bebas ASEAN. Jika kita tidak serius mempersiapkan diri, siap-siap saja kita hanya jadi pecundang di negeri sendiri. Pemerintah pusat, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan harus "memeras otak" untuk meningkatkan kualitas SDM dan jumlah tenaga terampil. Misalnya, dengan mengintensifkan kerja sama pendidikan dan ketenagakerjaan dengan negara-negara di ASEAN yang memiliki daya saing di atas negara kita.

Klaim pengusaha bahwa defisit tenaga terampil di negara kita sudah berlangsung 10 tahun ini harus segera diakhiri! Dari situlah baru optimisme kita untuk bisa bersaing dengan negara ASEAN dalam pasar bebas bisa muncul.

Sumber :

http://www.portalkbr.com/opini/editorial/3019591_4307.html

Senin, 11 November 2013

Manfaat Organisasi bagi Mahasiswa

Posted by Unknown On 21.06 No comments
Manfaat Organisasi bagi Mahasiswa

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus
  • Youtube