Selamat Datang di Blog HMJ Sosiologi FISIP Universitas Lampung

Selasa, 15 Oktober 2013

Budaya Jam Karet

Posted by HMJ SOSIOLOGI FISIP UNILA On 10.21 No comments


JAM karet, begitulah sebuah ungkapan yang  menggambarkan suatu keadaan molornya sebuah agenda  yang sudah ditentukan semestinya. Hal ini sudah biasa dan bahkan sering kita alami. Budaya jam karet memang bukanlah hal baru, seakan sudah mengakar dan menjadi budaya di masyarakat kita.

Jika ditinjau dari sudut etika, seseorang yang membiasakan jam karet adalah orang yang mementingkan kepentingan sendiri, ada benturan antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum.

Orang yang berperilaku jam karet merasa harus menyelesaikan urusannya dahulu baru memikirkan urusan lainnya yang bersifat umum. Perilaku ini juga erat kaitannya dengan tingkat kedisiplinan seseorang, kesadaran akan pentingnya komitmen yang telah dibuat dan sikap penghargaan atas waktu yang terus berjalan dan tidak akan tergantikan. Kebiasaan jam karet memberikan dampak negatif yang lebih besar jika terus dilakukan. Kelihatannya sepele, tapi bila sering dilakukan dan menjadi kebiasaan, akan sulit untuk mengubahnya.

Suka menunda adalah penyebab uta­ma dari budaya jam karet. Tak dimungkiri, banyak orang yang memiliki kebiasaan menunda. Menunda datang ke acara, atau kegiatan tertentu karena merasa buat apa datang tepat waktu, toh akhirnya acaranya pasti molor. Anggapan tersebut memang terjadi karena kesalahan dari kita tidak membiasakan tepat waktu.  Membiasakan disiplin waktu sangat berpengaruh positif dalam kegiatan sehari-hari sehingga se­mua dapat terkendalikan. Dengan mengu­bah kebiasaan jam karet dan mendisiplinkan diri akan mudah untuk menuju ke­suksesan.

Konsekuensi Kuliah Sambil Kerja

Posted by HMJ SOSIOLOGI FISIP UNILA On 10.16 No comments


Biaya pendidikan yang kian melambung membuat sebagian orang tua ataupun mahasiswa tak mampu lagi menjangkau. Tak ayal, sebagian mahasiswa mulai memutar otak untuk mencari pekerjaan sampingan agar tetap bisa kuliah.

Dan yang terpenting, mereka bisa melepaskan diri dari ketergantungan kepada orang tua, alias mandiri. Jenis pekerjaan sampingan (freelance) pilihan mahasiswa itu pun beragam. Misalnya, dengan menjadi karyawan freelance, berbisnis kecil-kecilan, atau mengajar privat.

Kuliah sambil kerja merupakan pilihan. Itu dilakoni sebagian mahasiswa dengan beragam alasan. Sebagian beranggapan, bekerja menjadi sebuah kebutuhan. Karena tanpa bekerja, mereka tak bisa melanjutkan kuliah lantaran desakan ekonomi. Di samping itu, bekerja juga untuk menopang kebutuhan sehari-hari mahasiswa di luar kuliah.

Ada juga mahasiswa yang bekerja sekadar untuk mengisi waktu luang, lantaran banyak waktu di luar kuliah yang kosong. Mahasiswa tipe ini biasanya bekerja sekadar untuk menambah uang saku, sebab kebutuhan inti kuliah sudah tercukupi. Dengan bekerja, ia akan lebih leluasa menggunakan uang karena mendapatkan penghasilan ganda, baik dari orang tua maupun dari hasil bekerja.

Di sisi lain, ada yang bekerja bukan semata-mata untu tujuan komersial, melainkan untuk menunjang perkuliahan serta meningkatkan keahliannya. Biasanya, pekerjaan yang diambil linier dengan bidang atau jurusan yang diambil. Misalnya, mahasiswa jurusan pendidikan atau keguruan yang memilih mengajar privat sebagai pekerjaan sambilan.

Dengan mengajar, ia dapat mengaplikasikan teori yang diperoleh di bangku perkuliahan dan mengasah keahliannya.
Kuliah sambil kerja, di satu sisi bisa dijadikan ajang untuk melatih kemandirian dan sebagai langkah persiapan diri sebelum terjun ke masyarakat. Ibarat sambil menyelam minum air, di samping menjalankan tugas akademik, mahasiswa berlatih untuk mandiri dan tidak bergantung dengan kiriman orang tua.

Konsekuen

Yang perlu digarisbawahi, jika kuliah sambil kerja tidak disikapi secara bijaksana, justru akan menjadi bumerang bagi mahasiswa itu sendiri. Alih-alih melatih kemandirian, aktivitas akademik malah terganggu dan berantakan. Mahasiswa harus menyadari risiko kuliah sambil kerja. Yang jelas, waktu mahasiswa menjadi berkurang karena tersita untuk bekerja.

Jika diukur dari jadwal formal kuliah mahasiswa, memang mahasiswa memiliki banyak waktu luang. Sebab dalam sehari mahasiswa hanya menghabiskan dua sampai tiga jam kuliah di kelas. Namun perlu disadari, aktivitas akademik tidak melulu dilakukan saat jam perkuliahan atau di dalam kelas. Waktu luang bisa dimanfaatkan untuk belajar dan berbagai aktivitas lain yang bisa menunjang akademik. Misalnya, kegiatan berorganisasi.

Kuliah sambil kerja bisa mengurangi waktu luang mahasiswa yang sebenarnya bisa dimanfaatkan dan diisi dengan kegiatan-kegiatan akademik lain yang bisa menunjang kapabilitas dan integritas mahasiswa. Ruang gerak menjadi berkurang sebab usai kuliah mereka harus menunaikan pekerjaannya, sehingga tak ada waktu lagi untuk melakukan interaksi sosial dan mengembangkan soft skill,  hal yang juga sangat berguna bagi masa depan mahasiswa.

Efeknya, misalnya, berbagai organisasi kampus seperti, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) menjadi sepi karena mahasiswa lebih memilih mengisi kegiatan yang pragmatis atau bisa menghasilkan uang ketimbang berorganisasi. Padahal berorganisasi juga penting, di samping untuk mengisi waktu luang, juga untuk mengasah bakat dan minat sebagai bekal di masa depan.

Konsentrasi kuliah pun menjadi terganggu. Karena mahasiswa harus memikirkan beban ganda antara kuliah dan pekerjaan. Sosialisasi dengan rekan sejawat atau dosen di luar jam kuliah pun berkurang. Waktu luang yang bisa digunakan untuk berkumpul, berdiskusi, atau bertukar gagasan tentang kajian atau masalah sosial pun menjadi minim. Padahal semua itu turut membantu membangun kapasitas dan kepribadian mahasiswa.

Kuliah sambil bekerja memang sebuah pilihan. Namun, perlu juga dipikirkan konsekuensinya. Bahwa, dengan memilih bekerja ia dituntut mampu mengelola waktu dengan baik. Dengan demikian, aktivitas akademik di luar perkuliahan, seperti belajar, membaca dan berorganisasi, tidak terlupakan. Bagaimanapun, masa kuliah adalah masa yang paling efektif untuk menimba ilmu dan pengalaman semaksimal mungkin sebagai bekal masa depan. (24)

—Irma Muflikhah, mahasiswa Tadris Matematika IAIN Walisongo.

Minggu, 13 Oktober 2013

Antara Buku dan Facebook

Posted by HMJ SOSIOLOGI FISIP UNILA On 10.44 No comments
 
FENOMENA di lingkungan kampus menggambarkan bahwa kesadaran mahasiswa membaca buku mulai luntur. Ini bisa dilihat berbagai kesibukan yang dilakukan  mahasiswa saat ini. Mereka lebih suka menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk facebookan daripada menghabiskan waktu untuk membaca buku.

Lihat saja banyak di antara mereka yang saat ini lebih senang membawa laptop atau notebook ketika berangkat ke kampus, hanya sekadar untuk membuka facebook ketimbang membawa buku untuk dibaca. Ini dikarenakan banyak di sekitar kampus, baik kampus negeri maupun kampus swasta terdapat area hotspot, sehingga bisa mempermudah mahasiswa untuk membuka internet dengan gratis.

Facebook adalah sebuah layanan jejaring sosial yang bisa menghunbungkan orang di mana pun berada. Dengan facebook, seseorang bisa mencari teman sebanyak-banyaknya atau menulis status, mengomentari status,  bahkan melihat profil lengkap seseorang beserta fotonya.

Perlu Kesadaran Diri
Kelunturan kesadaran membaca buku bagi mahasiswa memang sudah banyak mendapat kritikan. Banyak dosen mengatakan, rata-rata pengetahuan mahasiswa sangat minim ketika menyampaikan paparan suatu materi. Hal ini dikarenakan kurangnya mahasiswa membaca buku.

Menurut saya, ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor :
Pertama, mahasiswa cenderung bersikap malas untuk membaca buku dan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Kedua, mahasiswa lebih senang mengunjungi taman untuk nongkrong atau facebookan ketimbang mengunjungi perpustakaan.

Untuk mengatasi masalah ini, pertama perlu pembenahan sikap diri mahasiswa. Sikap malas haruslah dibuang jauh-jauh supaya tidak menjadi penyakit. Motivasi sangat diperlukan, baik motivasi internal maupun eksternal. Motivasi internal seperti halnya memotivasi diri sendiri untuk berubah menjadi lebih baik. Sementara motivasi eksternal bisa datang dari dosen, senior, teman dan lainnya. Dengan motivasi itu, mahasiswa akan merasa senang ketika membaca buku, dan akan menjadikan buku sebagai teman dekatnya ketimbang menghabiskan waktu hanya untuk facebookan dalam aktivitasnya sehari-hari di kampus.

Dr Aidh bin Abdullah Al-Qarni, dalam bukunya La Tahzan mengungkapkan tentang manfaat membaca buku. Pertama, dengan sering membaca, orang mengembangkan kemampuannya, baik untuk mendapat dan memproses ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu dan aplikasinya dalam kehidupan. Kedua, dengan membaca dapat membantu seseorang untuk menyegarkan pemikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia-sia

Sumber : suaramerdeka.com

Kuliah YES, Organisasi OKE !

Posted by HMJ SOSIOLOGI FISIP UNILA On 10.20 1 comment
Kampus merupakan tempat bagi para mahasiswa mencari ilmu, mengembangkan diri, baik di bidang akademik maupun organisasi. Namun tak jarang banyak mahasiswa yang kurang mampu menyeimbangkan dan membagi waktu antara kegiatan organisasi dengan kuliah. 

Mereka yang lebih asyik menjadi aktivis dari sebuah organisasi acap kali menomorduakan kuliah. Sementara mereka yang bukan aktivis kurang peduli dengan berbagai macam kegiatan di luar jam kuliah. Banyak mahasiswa yang mendapatkan nilai indeks prestasi (IP) pas-pasan bahkan jelek karena alasan menjadi aktivis organisasi. Para aktivis kadang beranggapan bahwa kuliah tidak boleh mengganggu organisasi, sehingga kuliah mereka keteteran. Sementara bagi mereka yang fokus hanya pada kuliah, nilai IP mereka aman-aman saja dan memuaskan. Walaupun tidak semuanya seperti itu, ada juga aktivis yang mampu meraih IP tinggi dan merekalah yang mampu membagi waktu antara kuliah dan organisasi.

Sebagai seorang  mahasiswa, tentu tujuan utama kuliah  adalah kuliah itu sendiri dengan mengembangkan diri  di bidang akademik (baca: akademikus)  walau  tak dapat dimungkiri bahwa berorganisasi (baca: aktivis) juga sama pentingnya. Bahkan dengan menjadi seorang aktivis, banyak pengalaman dan kamatangan yang akan kita peroleh. Jika mahasiswa hanya bergulat dalam dunia akademik saja yaitu kuliah, kuliah, dan kuliah, tanpa mengembangkan jiwa kepemimpinan, maka akan terjadi ketimpangan kelak saat para mahasiswa berbaur dengan masyarakat. Mereka akan gagap menghadapi peristiwa sosial yang terjadi di sekitarnya, karena tidak pernah merasakan kehidupan sebagai seorang aktivis yang lebih sering berbaur dengan lingkungan sekitar. Begitu juga sebaliknya, bagaimana mungkin akan disebut seorang aktivis jika kualitas intelektualnya nol? 

Maka anggapan bahwa organisasi lebih penting dari kuliah maupun sebaliknya harus diminimalisasi, bahkan dihapus karena  saling melengkapi dan sama-sama memiliki peran penting bagi para mahasiswa. Harus ditumbuhkan sikap bahwa walau berorganisasi dan menjadi aktivis itu sangat berguna, tapi jangan lupa akan tujuan utama, yaitu kuliah. Jika ada pepatah berkata ’’ilmu tanpa agama adalah buta dan agama tanpa ilmu adalah pincang’’, maka dapat dianalogikan bahwa ’’organisasi tanpa kuliah adalah buta dan kuliah tanpa organisasi adalah pincang’’
.
Sumber : suaramerdeka.com

Kamis, 03 Oktober 2013


image001

Info pendaftaran CPNS Universitas Lampung Tahun 2013 :
  1. Pendaftaran Online
    1. Pendaftaran dilaksanakan secara online melalui portal Sistem Seleksi CPNS Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada website web https://cpns.kemdikbud.go.id mulai tanggal 23 September 2013 sampai dengan tanggal 7 Oktober 2013;
    2. Pada saat pendaftaran secara online, pelamar harus membaca dengan cermat petunjuk pendaftaran online dengan menyiapkan berkas sebagai berikut :
      - KTP yang digunakan sebagai dasar pelamatan;
      - Ijazah yang digunakan sebagai dasar pelamaran;
      - Transkrip Nilai yang digunakan sebagai dasar pelamaran;
    3. Pelamar yang telah melakukan pendaftaran secara online agar mengunduh dan mencetak kartu/tanda bukti pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2013.
  2. Pengiriman Berkas Lamaran
    2.1 Berkas Lamaran dimasukan dalam stopmap dengan ketentuan warna:
    - Warna Biru untuk Pelamar S2/ Pendidikan Profesi/ Spesialis
    - Warna Coklat untuk Pelamar S1
    - Warna Hijau untuk pelamar D3
    2.2 Berkas lamaran dikirimkan HANYA melalui pos ke alamat PO BOX Unila 122 kode pos 35145, pengiriman berkas lamaran tanpa melalui POS tidak akan dilayani.
    2.3. Tanggal akhir pengiriman berkas berpedoman pada tanggal stempel POS/ekspedisi yaitu pada tanggal 7 Oktober 2013 (stempel pos)
    2.4. Berkas lamaran yang tidak memenuhi syarat usia, kualifikasi pendidikan, tidak urut dan tidak lengkap dinyatakan GUGUR.
    2.5. Bagi peserta yang tidak memenuhi syarat administrasi berkas lamaran tidak dikembalikan dan menjadi hak milik
    Universitas Lampung;
Download Pengumuman Penerimaan CPNS Universitas Lampung Tahun 2013 ( .pdf | 1.33 MB )

Silahkan lihat info CPNS UNILA selanjutnya di http://www.unila.ac.id/pengumuman-penerimaan-cpns-universitas-lampung-tahun-2013/

Pakai Login SSO Berhadiah Android dari Google | UNILA

Posted by HMJ SOSIOLOGI FISIP UNILA On 08.54 No comments

G-Apps-UnilaCara dan syarat :

  1. Aktivasi Email Account
    Untuk diawal, calon peserta didorong untuk mengaktivasi email kampus mereka terlebih dahulu jika ingin mengikuti kompetisi yang akan diadakan. Publikasi/promo pengaktivasian email account akan dilakukan dengan memanfaatkan poster, twitter, google+ dan web
  2. Submit Email
    Setelah aktivasi dilakukan, calon peserta diwajibkan untuk mendaftarkan akun kampus mereka pada form berikut: http://goo.gl/MtSFLG
  3. Check Email – Konfirmasi
    Setelah calon peserta mendaftarkan diri, mereka akan langsung mendapatkan email (automatic email)
  4. Buka Dokumen Pada Link Yang di Sediakan
    Peserta akan diarahkan ke sebuah dokumen yang berisi penjelasan mekanisme kuis, yang berada di alamat berikut: http://goo.gl/IF2HwW
  5. Buka Link Form
    Pada dokumen sebelumnya terdapat link yang menuju pada form yang telah disediakan, yang dimana peserta diwajibkan untuk mengisi secara keseluruhan. Pada form tsb peserta diharuskan untuk memberikan ide se-kreatif mungkin cara menggunakan Google Apps dengan cara yang menyenangkan! Form dapat diakses di: http://goo.gl/QKMZz8
  6. Check email – Jawaban Diterima
    Setelah pengisian form selesai, peserta akan mendapat email balasan (automatic email) yang berisi ucapan terimakasih bahwa seluruh jawaban form kuis telah diterima. Kalimat pada email balasan yang akan diterima para peserta, dapat dilihat di: http://goo.gl/fTiyiV

Sumber :
http://www.unila.ac.id/pakai-login-sso-berhadiah-android-dari-google/

Prospek Kerja Lulusan Sarjana Sosiologi

Posted by HMJ SOSIOLOGI FISIP UNILA On 08.17 1 comment



Hai, Socius.
Admin hari ini mau membahas prospek kerja bagi lulusan Sarjana Sosiologi (S.Sos). Diantara kalian pasti banyak yang bertanya setelah jadi Sarjana Sosiologi nanti kerja apa ya. Apalagi masih banyak segelintir orang yang mungkin belum mengerti prospek kerja sarjana sosiologi ini. Nah, daripada bingung nih. Yuk disimak artikel ini sampai selesai. Semoga bermanfaat ^_^

Prospek Kerja Sarjana Sosiologi:
No.
Macam Kompetensi
Kualifikasi Bidang Kerja
Instansi
1. Kompetensi utama: 1. Pemahaman teori umum
2. Metodologi penelitian (kuantitatif dan kualitatif)
3. Analisis dan interpretasi data (kuantitatif dan kualitatif)
4. Kemampuan diplomasi (negosiasi, retorika)
5. Network (modal sosial)
6. Leadership
7. Penguasaan IT
Bidang Kerja Utama: a. Social Analist
b. Peneliti/ Ilmuwan
c. Konsultan
d. Perencana
Pembangunan
e. Tenaga Pendidik


- Instansi Pemerintah (Misal; Bappenas/ Bappeda, Depsos, Menko Kesra dan Taskin, MenNeg Pemberdayaan Perempuan, Depdiknas, Deptan dan Legislatif)
- Instansi Swasta (Corporate dan Sosial).
2. Kompetensi Pendukung: 1. Metode Pemberdayaan Masyarakat
2. Communication Skill
3. Bahasa Inggris
4. Managerial skill
5. Pengembangan diri (ESQ).
6. Menulis ilmiah
Bidang Kerja Tambahan: a. NGO
b. Jurnalis
c. Wirausaha Mandiri
d. Analis Pasar


Sebenarnya banyak peluang dan kesempatan karir yang bisa dicapai oleh sarjana sosiologi, seperti perkerjaan sebagai guru, dosen, peneliti atau konsultan. Untuk yang berminat bekerja sebagai dosen di PTN/PTS disarankan untuk melanjutkan kuliah program S2 atau bergelar master. Peluang untuk jadi guru di SMU di sejumlah wilayah di Indonesia sangat terbuka lebar sejak beberapa tahun terakhir ini.

Pemda dan sejumlah departemen seringkali membutuhkan displin sosiologi untuk mempelajari kondisi dan kebutuhan masyarakat. Hasil studi tersebut mereka gunakan untuk bahan pertimbangan dan menentukan kebijakan pembangunan (public policy) bagi masyarakat atau program kepentingan layanan publik (social service).

Pemerintah juga membutuhkan ilmu sosiologi dalam merencanakan kota, memberdayakan komunitas miskin, program bagi komunitas khusus kota (misal nelayan, gelandangan, anak jalanan, sosialisasi-rehabilitasi), mendesain tata ruang, masalah transportasi, lalu lintas (kemacetan kota).

Untuk pembangunan wilayah regional-perdesaan, pemerintah memerlukan sarjana  sosiologi untuk sejumlah kegiatan dan program. Mulai dari tenaga peneliti di lapangan (interviewer), mediator maupun fasilitator program permberdayaan masyarakat desa. Status pekerjaan ini bisa bersifat sebagai pegawai tetap (PNS), proyek kerjasama, maupun sebagai mitra paruh waktu (part time).

Sarjana sosiologi juga bisa berkiprah di perusahaan bisnis untuk melakukan atau mengkoordinir sejumlah riset pasar yang nanti dapat dilakukan oleh enumerator lapangan untuk sebuah produk. Pemahaman tentang prilaku konsumsi dan prilaku konsumen tentu berhubungan dengan masalah sosial dan budaya, karena menyangkut kebiasaan (habit) sikap (attitude) dan prilaku (manner/behavior) dari masyarakat. Lapangan lain yang dapat diterjuni adalah lembaga HRD atau Litbang perusahaan/instansi tersebut.

Di Indonesia pasca Orde Baru, cukup banyak tumbuh-berkembang berbagai ornop, lembaga penelitian, dan pusat studi kajian, pers dan penerbitan. Semua itu harusnya menjadikan peluang kerja sarjana sosiologi juga bertambah dan beragam. Tak ada salahnya juga bekerja dalam dunia advokasi, pendampingan rakyat, bagus juga jadi pengamat sosial atau terjun ke dunia jurnalistik sebagai wartawan atau reporter (koresponden). Tentu saja karir-karir tersebut memerlukan pemahaman yang baik terhadap masyarakat dan keterampilan (ketajaman) akan analisis sosial yang lumayan.


Sumber :
http://wilyhikaru22.blogspot.com/2013/05/prospek-pekerjaan-lulusan-sarjana.html


  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus
  • Youtube