Selamat Datang di Blog HMJ Sosiologi FISIP Universitas Lampung

Minggu, 13 Oktober 2013

Kuliah YES, Organisasi OKE !

Posted by HMJ SOSIOLOGI FISIP UNILA On 10.20 1 comment
Kampus merupakan tempat bagi para mahasiswa mencari ilmu, mengembangkan diri, baik di bidang akademik maupun organisasi. Namun tak jarang banyak mahasiswa yang kurang mampu menyeimbangkan dan membagi waktu antara kegiatan organisasi dengan kuliah. 

Mereka yang lebih asyik menjadi aktivis dari sebuah organisasi acap kali menomorduakan kuliah. Sementara mereka yang bukan aktivis kurang peduli dengan berbagai macam kegiatan di luar jam kuliah. Banyak mahasiswa yang mendapatkan nilai indeks prestasi (IP) pas-pasan bahkan jelek karena alasan menjadi aktivis organisasi. Para aktivis kadang beranggapan bahwa kuliah tidak boleh mengganggu organisasi, sehingga kuliah mereka keteteran. Sementara bagi mereka yang fokus hanya pada kuliah, nilai IP mereka aman-aman saja dan memuaskan. Walaupun tidak semuanya seperti itu, ada juga aktivis yang mampu meraih IP tinggi dan merekalah yang mampu membagi waktu antara kuliah dan organisasi.

Sebagai seorang  mahasiswa, tentu tujuan utama kuliah  adalah kuliah itu sendiri dengan mengembangkan diri  di bidang akademik (baca: akademikus)  walau  tak dapat dimungkiri bahwa berorganisasi (baca: aktivis) juga sama pentingnya. Bahkan dengan menjadi seorang aktivis, banyak pengalaman dan kamatangan yang akan kita peroleh. Jika mahasiswa hanya bergulat dalam dunia akademik saja yaitu kuliah, kuliah, dan kuliah, tanpa mengembangkan jiwa kepemimpinan, maka akan terjadi ketimpangan kelak saat para mahasiswa berbaur dengan masyarakat. Mereka akan gagap menghadapi peristiwa sosial yang terjadi di sekitarnya, karena tidak pernah merasakan kehidupan sebagai seorang aktivis yang lebih sering berbaur dengan lingkungan sekitar. Begitu juga sebaliknya, bagaimana mungkin akan disebut seorang aktivis jika kualitas intelektualnya nol? 

Maka anggapan bahwa organisasi lebih penting dari kuliah maupun sebaliknya harus diminimalisasi, bahkan dihapus karena  saling melengkapi dan sama-sama memiliki peran penting bagi para mahasiswa. Harus ditumbuhkan sikap bahwa walau berorganisasi dan menjadi aktivis itu sangat berguna, tapi jangan lupa akan tujuan utama, yaitu kuliah. Jika ada pepatah berkata ’’ilmu tanpa agama adalah buta dan agama tanpa ilmu adalah pincang’’, maka dapat dianalogikan bahwa ’’organisasi tanpa kuliah adalah buta dan kuliah tanpa organisasi adalah pincang’’
.
Sumber : suaramerdeka.com

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus
  • Youtube